Monday, July 4, 2016

Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World


Beberapa bulan yang lalu, temen saya Gilang pernah ngasih tau mengenai Blinkist.com, sebuah web yang menyediakan summary dari buku nonfiksi. Dengan Blinkist, kita menjadi lebih cepat mengambil intisari dari buku yang ingin kita baca. Salah satu rangkuman dari buku yang saya baca adalah bukunya Robert T. Kiyosaki, yaitu Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World dimana ia terkenal dengan sejak bukunya Rich Dad, Poor Dad yang rilis tahun 1998.

Bukunya terlalu powerful untuk tidak dibagikan, untuk tidak diikat melalui tulisan. Saya coba sadur dan terjemahkan sebiasanya saya. 

***

Kenapa gap antara si miskin dan si kaya begitu besar?

Kebanyakan orang masih berfikir bahwa jalan untuk menjad kaya adalah sekolah setinggi-tingginya, dapatkan pekerjaan bagus dan bekerja keraslah. Sebenarnya, bahkan sebuah pekerjaan dengan gaji tinggi sekalipun tidak akan membuatmu kaya. Karena sederhananya, sistem keuangan kita sekarang tidak diciptakan untuk membuat kita kaya dengan cara seperti itu. Hanya ada satu cara yang akan benar-benar membuat kita kaya: dengan memiliki dan mengembangkan aset.


Sistem ekonomi sekarang berdasarkan inflasi

Peribahasa “Yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya”, seperti memang ada benarnya. Untuk masyarakat biasa, sistem inflasi merampas kesejahteraan dari mereka. Karena sederhananya inflasi adalah proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Artinya uang yang kita usahakan dengan keras, perlahan nilainya semakin berkurang.

Untuk cari tahu lebih lanjut mengenai Inflasi cek artikel di Wikipedia ini.

Kebanyakan orang tidak mendapatkan pendidikan yang layak mengenai keuangan

Presepsi orang mengenai menjadi sejahtera tentu berbeda-beda. Namun satu yang pasti, semua orang ingin sejahtera. Tapi sayangnya sekolah justru mengajarkan orang-orang untuk menjadi miskin. Pendidikan modern didesain untuk menjadi orang-orang menjadi pekerja, pembayar pajak dan konsumen. Beberapa orang berfikir bahwa solusi untuk kemiskinan adalah pendidikan yang lebih baik: jika kamu belajar lebih giat, kamu akan mendapatkan pekerjaan yang baik dan menghasilkan lebih banyak. Sekolah tidak mengajarkan siswanya untuk membuat uang di dunia ini - sekolah juga tidak menyediakan  pendidkan mengenai keuangan. Karena kurangnya pendidikan ini juga yang menyebabkan kebanyakan orang salah arti mengenai uang dan kesejahteraan. Kebanyakan orang berfikir bahwa orang yang sejahtera itu jahat dan membuat orang lain miskin. Mungkin ada benarnya juga, tapi tidak selalu seperti itu. Ada juga orang yang menjadi kaya karena dia berbuat banyak kebaikan.


Kamu tidak akan menjadi kaya tanpa pengetahuan soal finansial

Ketika orang-orang mengatakan kamu harus berpendidikan dan sejahtera, biasanya artinya mereka menyuruhmu menempuh pendidikan di universitas. Yang sebetulnya kamu butuhkan adalah pendidikan finansial.

Sekolah tidak mengajarkan pendidikan finansial karena itu terlalu powerful. Pendidikan finansial artinya pendidikan yang keluar dari pengetahuan tradisional dan mendapatkan pengetahuan baru yang dibutuhkan untuk membuat lebih banyak assets - ini memiliki power untuk menjadikan kamu sejahtera. Waktu dulu, budak tidak diperbolehkan untuk membaca dan menulis, karena itu terlalu powerful untuk menyaingi pemilik budak. Sekarang, kebanyakan orang dihindarkan dari pemahaman pendidikan finansial untuk alasan yang sama.

Sejahtera yang sebenarnya bukan mendapatkan uang yang banyak - itu adalah pemahaman yang salah lagi. Menjadi sejahtera adalah memiliki assets yang memberikan kita uang tanpa kamu harus bekerja untuknya. Kamu membutuhkan pendidikan bagaimana untuk bisa membuat assets.

Jika kamu membeli sebuah rumah tua, lalu memperbaikinya dan menyewakannya, kamu berarti memiliki assets. Kamu akan mendapatkan uang dari yang menyewa rumahmu tanpa harus bekerja untuk itu.

Orang-orang yang belum pernah mendapatkan pendidikan finansial hanya tau pemasukan dan pengeluaran. Makanya banyak yang salah pamahaman soal assets.


Analisa kondisi finansial kita, lalu mulailah membangun assets

Mungkin kamu berfikir bahwa untuk tahu apakah seseorang itu kaya atau miskin itu mudah, tapi sebetulnya tidak semudah yang kamu pikirkan. Kamu bisa saja tetap miskin meski hidup di rumah yang bagus dan mengendarai mobil mewah.

Jika kamu ingin mengubah kondisi keuanganmu, yang harus kamu lakukan adalah mengetahui bagimana kondisi keuangan kamu. Kamu membutuhkan income statement, dimana kamu menuliskan pemasukan dan pengeluaran, dan balance sheet dimana kamu dapat memantau assets dan liabilitas.

Cara terbaik untuk merencanakan masa depan adalah memilih antara 4 class assets, yaitu bisnis, real estate, paper dan komoditi. Pilih salah satu dimana kamu sangat tertarik - karena akan berbeda ketika kamu melakukan sesuatu yang kamu minati.

Setelah melakukan analisa kondisi finansial kamu, waktunya untuk kamu fokus dalam mengakusisi assets baru - meskipun kamu belum tahu bagaimana caranya!

Mengakusisi assets adalah langkah pertama, untuk masa depan kamu yang lebih sejahtera!


Pilih masa depan yang kamu inginkan - lalu perjuangkanlah!

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mendapatkan gelar akademik tidak serta merta membuat kamu sejahtera. Pendidikan finansial adalah kunci untuk sukses, tapi darimana kita bisa mulai belajar?

Pertama, kamu harus mencari tahu masa depan seperti apa yang kami inginkan. Ingatlah bahwa menjadi sejahtera bukan hal yang terpenting di dalam hidup. Beberapa orang lebih menikmati bekerja jam sembilan pagi hingga jam lima sore untuk seumur hidupnya daripada mendapatkan karir cemerlang.

Jika kamu ingin hidup lebih sejahtera, bagaimanapun, bekerja jam sembilan pagi hingga jam lima tidak akan membuatmu mencapai itu. Jadi, mulai pikrikan mengenai masa depan yang cocok untuk kamu dan perjuangkanlah.

Dan kamu tidak bisa sukses di bisnis yang besar atau berinvestasi secara professional tanpa pendidikan yang tepat mengenai hal itu. Kamu membutuhkan kemampuan sebagai seorang entepreneur.

Salah satu kunci pembeda antara entepreneur dan mereka yang self-employed adalah bahwa entepreneur itu generalis. Artinya mereka tahu banyak hal meskipun sedikit-sedikit. Untuk mengerjakan hal yang spesifik, enteprenerus sebaiknya hire spesialis.  Karena ketika memulai bisnis, mereka bertanggung jawab pada setiap bagian: mulai dari mengembangkan produk hingga memimpin tim.

Bekerjasamalah dibandingkan berkompetisi. Mental kebanyakan karyawan membuat seseorang berpikir mereka harus berkompetisi dengan rekan kerjanya untuk menjadi unggul, itu bukan mindset yang kita inginkan di dalam tim kita. Entepereneur yang baik tahu bagaimana menuntun timnya untuk sukses.


Pelajari kemampuan berfikir yang dapat langsung diprakterkan melalui pengalaman dan berlatih

Salah satu perbedaan terbesar antara si kaya dan si miskin adalah intelektulitasnya, tapi bukan intelektual yang diukur di sekolah formal. Kamu mungkin mengukur intelektual seseorang di sekolah jika mempunyai ingatan yang bagus dan menulis dengan cepat, tapi pada kenyataannya, justru bukan kemampuan seperti itu yang bisa membuatmu sukses.

Untuk entepreneur, intelektual adalah mengenai menghadapi resiko, belajar dari kesalahan dan tetap semangat. Entepreneur membangun bisnisnya dari bawah menggunakan kemampuan praktikal yang lebih penting ketimbang mengingat siapa presiden Amerika ke 36.

Jadi, bagaiaman mengakusisi skill tersebut? Kamu bisa belajar dari coach atau teman, atau dengan mengambil kursus dari ahli. Lalu gunakan skill yang kamu dapatkan dengan memperaktekannya.

Karena itulah, kita akan belajar jika kita melakukanya - dengan pengalamanlah semuanya akan berada di memori kita, buka informasi yang kita ingat untuk ujian tertulis. Dan dengan memparktekannya dengan sering, mungkin saja kita melakukan kesalahan, kesalahan yang tidak akan kita ulangi. Terima kasih untuk pengalaman yang buruk. Di sekolah, kita dihukum untuk kesalahan kita; kemudian kita berfikir seseorang yang mendapatkan hukuman itu adalah hanya orang-orang bodoh. Nyatanya, mungkin bisa saja sebaliknya.

Jangan takut akan hutang - ambilah untuk membuat assets!

Kebanyakan orang mungkin befikir untuk menghindari hutang. Bekerja keras, dan jauhi hutang dan kamu akan baik-baik saja. Tapi untuk entepreneur, hutang akan menjadi teman baru.

Berhutang bisa menjadi alat yang powerful yang berpengaruh. Kebanyakan orang berasumsi bahwa jika mereka bekerja keras, mereka akan menghasilkan uang lebih banyak dan menjadi kaya. Faktanya, justru bisa terjadi sebaliknya: mereka harus membayar pajak lebih tinggi dan menghasilkan lebih sedikit.

Jika kamu ingin lebih sejahtera, carilah cara untuk mendapatkan lebih dengan sedikit. Pernah berfikir bagaimana musisi yang bernyayi live menjadi menjual CDs? Mereka menjual lebih banyak musiknya dengan melakukan lebih sedikit pekerjaan.

Hutang bisa membantumu dengan cara yang mirip. Di dunia finansial, itu bisa sangat powerful karena dapat membuatmu melakukan hal tanpa kamu harus menabungnya terlebih dahulu.

Jadi, ambilah hutang untuk membuat assets untuk dirimu. Pemikiran tradisional mungkin befikir kamu harus bekerja keras, kumpulkan uang dan beli assets tanpa pinjaman, tapi kadang tidak semudah itu. Kebanyakan orang tidak bisa menyimpan cukup uang untuk membeli assets berharga - akan lebih make sense untuk mewujudkannya dengan mengambil pinjaman.

Ringkasan final

Sistem moneter sekarang memaksa working-class untuk sulit mendapatkan kesejahteraan, dan sistem pendidikan membuat mereka tidak bisa menghentikan apa yang terjadi. Jika kamu ingin lebih sejahtera, cari tahu apa assets class yang sesuai untuk kamu. Lalu lakukan riset bagaimana untuk mengakusisi assets dengan mengambil hutang. Stir dirimu melalui masa depan yang kamu inginkan.

Actionable advice


Mulailah membaca publikasi yang berhubungan dengan finansial seperti Wall Street Journal dan pelajari istilah yang tidak kamu tahu. Jika kamu mempelajari 2 kata tiap hari, kamu akan belajar 60 kata dalam satu bulan!

Bonus

Viddeo wawancara Robert T Kiyosaki di Oprah Show



Image: theempowermag.com


Designed By Seo Blogger Templates