Saturday, April 2, 2016

Google for Mobile Indonesia: Summary


Pada tanggal 31 Maret 2016 kemarin, gw dan co-founder di Leap Up berksempatan untuk menghadiri event Google for Mobile yang diselenggarakan pertama kalinya di Indonesia. Sebetulnya event dengan konten serupa pernah dibikin oleh Google, seperti Google Developer Summit tapi ini lebih besar. Setidaknya begitu yang saya pikir pada saat melihat list pembicaranya yang separuhnya dikirim langsung dari luar.

Lewat posting kali ini gw mau share mengenai apa yang menurut gw menarik dan penting untuk dibagikan.

The Indonesia mobile story


Ini adalah sesi pembuka dari Google for Mobile, gw selalu suka ketika Mbak Veronica Utami (Head of Marketing, Google Indonesia) menyampaikan keynote. Pertama kali denger keynotenya adalah waktu event Google Partner dimana beliau baru saja menjabat.

Dari keynote yang diberikan banyak banget insight yang bikin lo ngangguk terus mengenai pertumbuhan internet dan mobile di Indonesia yang akan semakin merajalela. Ini adalah opportunity yang ga boleh dilewatkan oleh developer. Cek beberapa insight dari slide yang temen saya foto.


Develop, Engage & Earn



Setahu gw, sejak I/O tahun lalu Google menggunakan term Develop, Engage dan Earn sebagai temanya dan memisahkan beberapa pembahasan dalam pengembangan suatu produk/apps. Dan di Google for Mobile term itu juga kembali digunakan untuk memisahkan track/sesi. Develop jelas pembahasannya gimana eksekusi produknya dan bahasannya lebih teknikal. Sedangkan track Engage bahas setelah produk jadi untuk gimana supaya dapat lebih banyak install dan pengguna terus menggunakan produk kita. Di tahap Earn tentu saja bahas soal gimana semua pengguna apps kita dikonversi menjadi pembeli dari berbagai strategi monetisasi yang ada di apps kita. Karena gw pilih Engage, jadi yang dishare di sini lebih banyak track itu ya.

Inspirasi dari Founder Half Brick Studio


Sesi terakhir sebelum makan siang adalah sesi "The journey to a billion installs", yang disampaikan oleh Shainiel Deo - CEO and Founder, Halfbrick Studios. Halfbrick Studios adalah studio game yang berbasis di Australia, kalo pernah main Fruit Ninja yang sempet rame dua tahun ke belakang, ini nih mpunya.

Shainiel share cerita bagaimana dia membangun Halfbrick dari awal hingga sekarang menjadi studio game yang melahirkan berbagai game level dunia. Shainiel adalah seorang gamer, ia ingin menciptakan game yang berkualitas dan membangun bisnis yang sukses akhirnya dia memutuskan untuk membuat Halfbrick studio.

Bagian yang menurut gw sangat mencerahkan adalah ketika dia menceritakan perjalan Halfbrick melalui sebuah timeline.



Ceritanya dia seperti meyakinkan gw bahwa untuk menjadi besar, lo harus bisa melewati jalan panjang berliku itu. Halfbrick di awal masa pendiriannya, mereka masih mengerjakan game untuk client. Baru setelah 8 tahun mereka menjadi independent developer yang mengembangkan gamenya sendiri. Cerita ini seperti engage buat gw, karena di tahap awal ini, Leap Up masih kerjain produk clinet. Gw sih jadi lebih semangat untuk jangan lebih lama dari Halfbrick untuk menjadikan Leap Up sebagai independent developer yang mengembangkan produk sendiri.

Selain itu, Shainiel juga singgung sedikit soal startup itu goalnya harus jelas, dan komunikasikan ke team dengan meaningful, sesuatu yang lebih besar dan bukan sekedar meteri. Juga soal membentuk team yang baik (good fit), membangun culture di perusahaan dan saling percaya di dalam tim. Hal-hal bisa dicek di slide yang saya foto ini.

Universal app campaign


Salah satu paid strategy baru untuk tetap engage dengan pegguna App kita adalah dengan menerapkan Universal App Campaign. Ini adalah fitur baru yang ditawarkan oleh Google bagi kita yang mau promote di semua layanan iklannya Google seperti di Search, Google Display Network, Google Play, Youtube dsb dengan satu kali setting. Ini solusi banget sih, meski belum coba. Informasi selanjutnya bisa cek di sini dan di video youtube berikut.

App indexing



Salah satu solusi yang ditawarkan Google untuk supaya pengguna Apps balik lagi, lo bisa menggunakan App Indexing. Misalnya sebutlah Aplikasinya adalah Kompas.com, ketika lo search di Google suatu konten berita dan kebetulan kontennya ada di Apps lo, akan ada hasil yang mengarahkan untuk open Apps lo. Lebih lanjut soal App Indexing bisa dicek di sini.

Google play experiment

Salah satu cara untuk bisa mengoptimalkan presence kita di Google Play adalah dengan menggunakan Google play experiment. Dengan ini kita bisa bereksperimen (ala metode A/B Testing) misalnya menggunakan berbagai icon app dan untuk nyari tau mana yang paling ngedrive installasi. Gitu juga dengan screenshoot dan deskripsi yang bisa dieksperiment kan. Info lengkapnya bisa dicek di sini.

Komitmen Google untuk Indonesia

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Google untuk pertumbuhan startup atau produk berbasis Mobile diantaranya Google Launchpad yang tahun kemarin beberapa startup dari Indonesia ada yang dikirimkan ke Mountaint View untuk mentoring. 

Android Kejar (Kelompok Belajar) adalah program belajar Android yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Cikal bakal dari program ini adalah Indonesia Android Academy yang di tahun lalu gw terlibat dari awal hingga akhir. Kini dibikin lebih keren dan gede hasil dari test pasar Android Academy kemarin.

Lalu program onlinenya adalah Google berkerjasama dengan Udacity untuk menghadirkan pembelajaran online yang bisa diakses secara gratis.


Other things..

Acaranya gede dan dekorasinya keren banget. Ada game cornernya gitu. Makanannya banyak dan enak. Ya ini sih investasi yang ga seberapa buat company segede Google.

Cardboard corner


Ini bisa dimakan!







Reuni sama GSA friends

Dan akhirnya ketemu in-person untuk pertama kalinaya sama cofounder di Leap Up setelah memutuskan barengan merintis. Kita emang kenal gara-gara Google.

One line summary:
Leap Up harus segera bikin divisi yang fokus memaksimalkan potensi Mobile! Semangat!


Designed By Seo Blogger Templates