Monday, March 7, 2016

Prewedding Story: Book & Learning



Di zaman internet kaya gini, untuk dapet informasi ga harus dari buku, cukup Googling aja bakal dapet apa yang pengen lo tau. Tapi menurut kita buku tetep tak tergantikan. Buku itu ketika kita baca bukan hanya dapet informasi baru, tapi juga bisa menerawang kedalam pemikiran penulisnya. Lewat buku, kita bisa ngementor dari orang yang sudah meninggal dan berjaya ratusan tahun yang lalu.

Karena kita sadar akan pentingnya buku dan membaca buku, kita mau memaksakan diri untuk membiasakan membaca buku. Ya start dari satu buku per bulan untuk masing-masing dari kita. Kita udah janjian bakal bagi-bagi tugas soal ini. Rita bakal budgetin dan beli bukunya, Tisna harus kasih rekomendasi, kurasi dan decide buku mana yang bakal dibeli di bulan itu.

Kalo ditanya buku apa yang pengen kita baca. Lumayan banyak sih diantaranya buku islam, personal development, leadership dan sastra. Kemarin Tisna sempet baca satu artikel yang bilang bahwa kalo belum baca buku sastra belum afdol jadi pembaca buku. Jadi kaya pengen nyoba gitu baca sastra.



Suatu saat, ketika kita punya anak, tentu kita pengen mereka jauh jauh lebih baik daripada kita. Salah satu yang harus lebih baik adalah mengenai ketertarik belajar dan menggali ilmu, salah satunya melalui membaca. Nah, sebagai calon orang tua, tentu penting untuk menjadi teladan yang baik. Ibaratnya karena kita expect anak kita lebih baik dalam hal itu, kita juga harus melayakkan diri dulu. Setuju dong?

Karena kita punya visi yang berhubungan dengan buku, kita sengaja nyari tempat yang book related supaya kita bisa inget terus sama apa yang mau kita capai. Akhirnya nemu satu tempat di Bandung yang super kece. Namanya Kineruku. Sederhananya ini semacam perpusatakaan umum. Kita bisa baca disitu secara gratis. Tapi kalo mau pinjem harus daftar jdi member terlebih dahulu. Strict banget deh untuk mau jadi member. harus verfiikasi lewat telfon ke orang tua. Mungkin itulah yang bikin mereka bisa bertahan lebih dari 5 taun karena tegas, jadinya buku mereka ga hilang sama member yang ga bertanggung jawab.

Setelah masuk dan menikmati susana di Kineruku, kita seperti berada di coworking space. Karena memang ada beberapa sudut yang orang lebih sibuk menggunakan laptop daripada baca buku. Makin aja Tisna pengen bikin tempat yang serupa suatu saat nanti. Amin.



Satu yang kurang dari tempat ini. Pegawai front desknya judes, bikin BT dan ga ramah. Sebetulnya di sini ga boleh foto, eh tapi kita ga sengaja ambil foto. #bandel

Doanya ya teman-teman, supaya apa yang kami niatkan soal visi ini bisa berjalan dengan sesuai harapan dan bisa istiqomah. Amin.


Designed By Seo Blogger Templates