Sunday, December 27, 2015

Sukses Jadi Coach !


Tinggal beberapa hari lagi, kita bakal menjalani tahun baru. Belum memasuki tahun baru sekalipun, gw sudah sudah memutuskan untuk menjalani hari yang baru. Memberanikan diri untuk coba merintis usaha sendiri. Gw yakin ini keputusan yang tepat dan akan membawa kebaikan untuk diri gw dan orang-orang di sekitar gw.

Karena pas masih kerja dan bertugas di Surabaya gw kurang bisa mengatur waktu, alhasil bagi waktu buat baca buku itu rasanya berat banget. Karena mumpung pas sudah resign punya lebih banyak, gw melampiaskan nafsu untuk beli banyak buku sekaligus.

Salah satu buku yang gw beli adalah Sukses Jadi Coach. Pertama kali liat bukunya langsung tertarik buat baca, berhubung pas beli gw baru aja pulang ikutan camp I Am Gifted sebagai coach. Program ini dibikin sama Adam Khoo Learning Technnology Group (AKLTG). Program ini berasal dari Singapore, namun sudah diselenggarakan di Indonesia selama belasan tahun.

Gw bersyukur banget bisa memanfaatkan opprortunity untuk bisa ikut program ini. Dari program ini gw jadi lebih ngeh soal istilah coaching. Yang masih bertanya apa itu coaching. Mari kita tanyakan ke kakak WIkipedia.
Coaching is training or development in which a person called a coach supports a learner in achieving a specific personal or professional goal.
Kalo yang gw pribadi maknai, coaching itu proses mendevelop seseorang menjadi lebih baik untuk tujuan yang baik pula. Untuk konteks campnya I Am Gifted, seorang coach menjadi role model-nya participants camp mengenai semua materi yang disampaikan oleh trainer. Materi yang dibahas lebih ke arah bagaimana menjadi super student yang mendorong pembelajaran yang lebih efektif dan penuh passion.

I Am Gifted: me & participants


Ini pengalaman pertama gw ikut camp itu dan langsung harus menangangi 6 anak yang diamanahkan orang tuanya selama 4 hari di program ini. Dengan berbagai harapan setelah program ini mereka menjadi siswa yang lebih baik. Gw akan cerita lebih banyak soal campnya di posting terpisah ya!

Sukses Jadi Coach Book Review

Oke. Kembali ke buku yang baru gw selesaikan. Penulis dari buku ini adalah Ibu Eileen Rachman yang merupakan pendiri Experd Consultant, adalah konsultan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), cocok lah nulis buku yang seperti ini, karena pada dasarnya kan proses coaching adalah untuk mendevelop SDM. Coaching dalam konteks ini lebih banyak membahas antara atasan dan anggota timnya.

Di awal-awal chapter, gw merasa kehilangan inti dari buku ini. Ekspektasi gw di awal, buku ini bakal bahas secara komprehensif mengenai seluk beluk coaching dan bagaimana menjadi coach yang sukses. Di awal chapter dan di kebanyakan chapter lebih membahas mengenai manajemen sebuah organisasi dan bagaimana menjadi pemimpin sebuah perusahan. Beberapa contoh yang diambil di buku ini lebih banyak ke perusahaan penjual produk dan bagaimana meningkatkan penjualan. Sepertinya penulis sering memberikan training ke jenis perusahaan seperti itu.

Meskipun seperti kehilangan arah di awal-awal chapter, tapi buku ini memberikan banyak referensi untuk buku bagus yang baru saja gw tambahkan ke akun Goodreads gw.

Why Coaching?

To be effective leader, you must be an effective coach
Mungkin kalian bertanya. Emang kenapa kalo coaching anggota tim di organisasi? Nambah kerjaan aja! Di dalam sebuah perusahaan, kita sama-sama sepakat bahwa manusia adalah asset terpenting sebuah perusahaan. Secanggih apapun mesin atau komputer, tidak bisa menggantikan kehadiran manusia. Karena yang kita hadapai adalah manusia yang mempunyai hati dan rasa, maka ketika mengelola manusia, juga harus menggunakan rasa dan melakukan pendekatan manusiawi secara sungguh-sungguh.

Pemimpin yang baik, meskipun bukan yang ahli dalam pengelolaan SDM, harus tetap dapat melakukan pendekatan yang baik terhadap manusianya. Memberikan komunikasi dan emotional bonding yang positif.

Di dalam mencapai tujuan suatu perusahaan/organisasi, tentu kita mengharapkan anggota tim kita terus bekerja secara produktif. Nah, kita sebagai pemimpin apakah sudah menghadirkan suasana produktif itu? Ibarat sebuah tanah untuk menanam benih. Jika tanah liat dan keras, apalabila ditanam benih paling hanya akan tumbuh sampai tunasnya saja. Berbeda dengan ketika kita menanam benih di tanah gembur. Pertumbuhannya pasti akan lebih baik. Dan ketika dikasih pupuk, tumbuhan itu akan semakin cepat dan menghasilkan buah yang terbaik. Begitu juga dengan suasana di perusahaan/organisasi.

Organisasi yang sehat adalah ketika individunya merasa bersemangat dan merasa emotionaly & spiritual happy dan feel proud berada di lingkungan itu.

Survey juga menyatakan 93% pentingnya coaching untuk mendevelop manusia di dalam sebuah organisasi. Ketika manusianya lebih baik, maka semakin baik juga implikasinya pada produktifitas perusahaan. Dengan begitu, empowerment perlu menjadi agenda penting dalaman membina anggota tim.

Sebagai coach, ibarat seperti superman. Pepatah mengatakan coach itu "They good, you care. They bad, you care. They fail, you are there."

Build Rapport

Build Rapport

Mulai di chapter 13, pembahasan mengenai coachingnya mulai berasa. Pas camp I Am Gifted. Gw pertama kali mengenal istilah Rapport. 
Rapport is a close and harmonious relationship in which the people or groups concerned understand each other's feelings or ideas and communicate well.
Itu pengertian dari Rapport menurut kakak Wikipedia. Intinya sih gimana caranya kita bisa mengenal lebih dalam seorang individu. Di camp dikasih trik untuk membangun rapport, bisa dimulai dengan obrolan kesamaan hobby. Hal ini memang langkah awal yang harus dilakukan untuk melakukan coaching.

Sebagai pemimpin, kitalah yang harus menyesuaikan frekuensi dengan anggota team. Kita harus terlebih dahulu menghilangkan ke aku-an dalam diri kita. Ibarat Ibu jari, ia harus yang mendekat ke kelingking untuk bisa saling bertemu, tidak bisa kelingking yang mendekat.

Langkah awal yang harus dilakukan dalam melakukan coahing ke anggota tim adalah kita harus pandai melakukan identifikasi talent, sebelum membukakan opportunity untuk membiarkan mereka tumbuh. Dengan berbagai kebutuhan ini, kita juga belajar mengasah interpersonal skill kita.

Tango

Coach bagai menari Tango

Di chapter 15 menganalogikan bahwa hubungan pemimpin dengan timnya harus bisa selaras seperti halnya pasangan yang sedang menari Tango. Untuk bisa selaras mengenai hal yang dilakukan, tentu harus dibarengin dengan komunikasi yang baik oleh atasannya. 

Di chapter ini, penulis juga mengungkapkan, pemimpin yang baik adalah yang down to earth. Di samping perannya yang strategis dan visioner, ia juga harus mampu melakukan akses ke grass root. Gw sih sepakat. Apalagi sekarang kita lihat banyak pemimpin daerah seperti Bu Risma, Pak Ahok, Pak Jokowi yang lebih menunjukan aksinya blusukan. Menurut gw itu bukan hanya semata-mata pencitraan, tapi membuktikan bahwa pemimpin daerah setinggi itupun bisa melakukan hal kaya gitu. Dimana sebelumnya jarang sekali kita menemui pemimpin daerah yang melakukan hal itu.

Parameter Kesuksesan Coach

Sukses Jadi Coach
Kita sering mendengar istilah seorang pemimpin bisa dikatakan berhasil apabila yang dipimpinnya juga sukses. Begitu juga dengan coaching. Jika yang dicoach bisa sukses, berarti kemungkinan besar apa yang kita upayakan berhasil.

Coach yang berhasil juga adalah yang menjadikan coachee nya bisa melakukan refleksi terhadap dirinya. Coachee menjadi terdorong untuk berubah tanpa merasa dirubah. Merasa dibimbing tanpa merasa digurui. Merasa tumbuh tanpa dikerdilkan.

Kata Pengantar dan Cetakan

Ini bukan buku pertamanya Bu Eileen, tapi saya baru pertama kali membaca bukunya. Tapi kata pengantar buku ini kurang begitu 'mengantar' pembaca barunya mengenai buku ini. Meskipun buku ini lebih ke manajemen, tapi pegemasan bukunya sangat anak muda dan kekinian.

Yang paling gw suka dari cetakan buku ini adalah keyword, quotes dan bagian penting diemphasis sangat jelas. Jadi kita ga khawatir kelewat inti sari dari tiap chapter yang ingin disampaikan penulis. Tapi sayang gw ga terlalu suka sama typography-nya. Menurut gw kekecilan untuk bagian utama tulisan dan subheading chapternya.

***

Dari pengalaman yang sudah gw alami di camp I Am Gifted dan hasil membaca buku ini, gw disadarkan kembali akan pentingnya empowerment anggota tim. Since gw akan punya banyak anggota tim, gw harus akan menerapkan mindset, melatih untuk menumbuhkan coaching culture mulai dari sekarang.

Siap menjadi coaching untuk anggota tim kamu? Yes!


Designed By Seo Blogger Templates