Sunday, February 15, 2015

Universitas Mercu Buana: Resmikan SIA Mobile, TA Online dan UMB Mail


Hari jumat kemarin (13 February 2015) adalah hari Jumat yang sibuk, ada berbagai hal yang harus dideliver dalam waktu yang bersamaan. Pertama di hari itu adalah pembukaan pendaftaran Innovative Academy 2.0 di UGM yang resmi dibuka pada salah satu kegiatan yang mengumpulkan anak UGM yang akan mengikuti Pekan Karya Ilmiah (PKM). Hingga jam 2 pagi saya harus tetap berada di depan komputer untuk koordinasi mengenai finalisasi poster dan website yang harus di-up. Hingga pagi haripun, koordinasi itu harus tetap dilakukan.

Kedua adalah mata kuliah Bisnis Berbasis Teknologi yang memang setiap hari jumat dilaksanakan di ITB. Jumat ini harus skip dulu ikut kelasnya karena harus menghadiri acara peresmian penggunakan Google Apps di Universitas Mercu Buana. Untuk yang ini sebetulnya tidak terlalu khawatir karena sudah didelegasi dengan baik kepada rekan jauh sebelumnya.

Hal yang ketiga tentu saja adalah acara kegiatan peresmian di Universitas Mercu Buana. Karena lokasi lumayan jauh dari kantor. Saya dan rekan merencanakan untuk pergi dari kantor sekitaran jam 6 pagi. Tapi karena baru saja tidur jam 3, maka ketika rekan saya sampai di kantor, saya masih tertidur lelap. Sial! Untung saja meski berangkat sekitaran jam 7, kami sampai tepat waktu di tujuan dan bahkan sempat untuk sarapan dulu.

Inilah beberapa hal yang menarik dari pengalaman menghadiri acara peresmian berbagai penerapan teknologi baru di kampus Universitas Mercu Buana.


Pertanyaan pertama rektor
Duduk di kursi empuk dengan jejeran petinggi univeristas mercu buana

Setelah bersalaman dan duduk di samping rekor, hal pertama yang ditanyakan rektor adalah "lulusan mana?" Entah kenapa harus pertanyaan itu yang dilontarkan. Setelah saya jawab "Saya masih kuliah pak di BSI", dengan sedikit ragu dan bingung saat pertama kali mikir harus jawab apa. Kemudian entah apa yang dipikirkannya soal jawaban dari saya. Kemudian saya balik tanya "Apa visi dari Mercu Buana ini, pak?", beliau menjawab dengan juga tidak begitu yakin, "Menekankan kepada mutu dan softskill, entrepreneur juga". Saya hanya response dengan "Oh begitu pak". Entah apa yang dipikirkannya sehingga harus menjawab pertanyaan saya dengan terlihat kurang begitu meyakinkan. Susana cair, saya semakin tenang karena keadaan sepertinya sudah seri. hehe


Belajar pake Jas
Keliatan caludih banget euy

Beberapa kali menghadiri acara persemian Google Apps for Education, saya biasanya hanya menggunakan kaos, atau paling bagus juga hanya menggunakan kemeja. Tapi ga tau kenapa kali ini pengen coba pake jas, sampe bela-belain minjem. Wah gpp deh jadi bahan bullyan di kantor karena pake jas seperti motivator yang dibayar puluhan juta per jamnya yang sering disindir saat berbincang dengan teman di kantor. Sebetulnya alasan yang lebih kuat untuk pake jas karena di acara kali ini saya benar-benar sendiri dan akan meresmikan langsung dengan rektornya. Saya kan emang rempong dan ga pedean, makanya coba berbagai hal untuk supaya at least meningkatkan pede. Jas berhasil sih bikin pede ga turun-turun amat, meski tetep nervous.


Terapkan Tugas Akhir Online
Pak Mujiono, Kepala IT UMB sedang memaparkan bagaimana TA Online bisa dijalankan

Universitas Mercu Buana (UMB) adalah salah satu kampus yang sangat kooperatif dalam hal kerjasama implementasi Google Apps ini. Kemudian bagian IT dan akademiknya juga bisa bekerja sama dengan baik yaitu dengan menerapkan bimbingan Tugas Akhir(TA) secara online mamnfaatkan Google Docs. Tidak usah terlalu sering bolak-balik ketemu sama dosen untuk hanya dicurat-coret. Cukup dengan Google Docs dan sistem komentar, maka hal tersebut menjadi mudah. Kampus Mercu mungkin menjadi salah satu yang menerapkan ini dengan serius di kampusnya.

Selain meresmikan penggunakan Google Apps dan TA Online, pada kegiatan hari ini juga diresmikan SIA Mobile, yaitu sebuah aplikasi sistem informasi akademik yang menggunakan apps native Android. Keren ga tuh?

Buku Pendiri Universitas Mercu Buana

Saat acara peresmian, saya dan rektor Universitas Mercu Buana bertukar cinderamata. Yang saya dapatkan adalah tempat minum, dasi yang dibranding dengan logo Universitas Mercu Buana. Serta buku mengeni pendiri Universitas Mercu Buana, yaitu Pak Probosutedjo - adiknya Pak Suharto - sebagai pendiri awal Universitas Mercu Buana. Saya tidak begitu tertarik membaca cerita dari dua tokoh pada buku tersebut, tapi lebih tertarik pada penulisnya yaitu Alberthiene Endah - salah satu penulis yang saya kagumi karena kepiawaiannya mengolah cerita tokoh ternama menjadi buku biografi yang penuh makna.

Sampai jumpa di kegiatan launching lainnya. Yang terdekat adalah Universitas Tarumanagara dan Esa Unggul

Berita di DailySocial


Designed By Seo Blogger Templates