Sunday, February 15, 2015

Kingsman: The Secret Service



Saya bukan penggila film, yang selalu mengikuti perkembangan film setiap saat. Lihat saja betapa kosongnya posting blog ini tentang film. Di kantor, hampir semua orang gila film. Kadang kalo lagi ngobrol, saya hanya cukup menjadi pendengar setia.

Kalo orang-orang yang sering saya temui berkempul semua, Dennis, Putri, Yansen, Eunike dan Raisa. Saya speechless dan hanya bisa mengangguk kalo mereka ngobrol film. Mungkin selera film saya hanya 0,1% dari mereka.

Pernah suatu kali diajak nonton film yang menurut saya agak berat dan harus mikir ditengah-tengah film, yang pada akhirnya saya tidak merasa terhibur secara maksimal. Beda banget ketika nonton film ini, entertaining and mind-blowing!

Film dengan genre spy-action-comedy ini menceritakan tentang sebuah organisasi agen rahasia yang menyelamatkan dunia. Salah satu pemeran utama di film ini, Eggsy adalah anak dari salah satu anggota agen ini yang tewas di dalam sebuah misi di Timur Tengah. Harry, agen lain yang merasa berhutang budi kepada ayahnya Eggsy karena menyelalamtkan nyawanya, memberikan sebuah kalung kepada Eggsy saat ia masih kecil. Kalung itu punya sebuah nomor yang bisa ditelfon dengan kode tertentu yang bisa Eggsy gunakan jika membutuhkan bantuan apapun.

Eggsy diselamatkan Harry. foto: fbiradio.com
Singkat cerita Eggsy tertangkap oleh polisi dan menelepon nomor dibalik kalung itu. Eggsy bebas dan di sinilah Eggsy kembali bertemu dengan Harry setelah 17 tahun sejak pertama kali bertemu. Kemudian Harry melihat ada potensi yang besar dari Eggsy untuk bisa bergabung dengan tim agend rahasia-nya - Kingsman.

Eggsy haru mengikuti serangkaian training yang ultra-competitive untuk bisa akhirnya bergabung dengan agen tersebut. Sementara dalam waktu yang sama, Richmond Valentine - seseorang yang berlaga philanthropist, meluncurkan sebuah kebaikan palsu dengan membagikan SIM card dengan gratis telfon, SMS dan internet data yang bisa mengkacaukan otak manusia.

Orang-orang bisa dibuat kacau otaknya. foto: deadline.com

Well, kamu harus nonton gimana Kingsman beraksi lewat film ini. Tapi ada beberapa hal yang menurut saya highlight dari film ini.

Teknologi, Alat Konspirasi yang Scalable
Yap, pernah ngebayangin ga sih kalo misalnya smartphone, free email, operating system dan sosial media yang kita pakai sekarang adalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk menjalankan sebuah konspirasi? Saya jadi sempet takut ngelihat cerita dari film ini, bagaimana orang-orang bisa dikontrol lewat sebuah handphone.


Film spy-action lebih menghibur dengan lawakan

Saya kira film spy-action yang agen-agen seperti ini akan sangat serius dan harus berfikir keras ketika menonton. Tapi tidak dengan film ini. Justru yang makin menarik adalah karena film ini disuguhkan dengan alur yang unpredictable dan sangat menghibur. Saya sama sekali tidak kehilangan fokus.

Bahkan yang paling lucu dari film ini adalah di adegan yang paling serius ketika orang-orang penting yang diimplant SIM Card satu persatu mati dengan didramatisir seperti pesta tujuh belasan.


Dunia hanya dikuasi beberapa orang
Kita sering lah denger pernyataan bahwa dunia hanya dikuasi beberapa orang, ada yang bilang oleh Yahudi. Entah bener atau engga (tapi kayanya bener sih), film ini menggambarkan itu. Dimana Richmond Valentine mengontol semua petinggi dunia demi kesuksesan misi 'mulia' nya memusnahkan manusia-manusia yang menurutnya tidak berkontribusi positif untuk dunia.

Outstanding!

Well, saya bukan kritikus film, hanya penikmat film biasa yang tidak kritis terhadap plot ataupun karakter film. Yang jelas saya sangat terhibur di malam minggu ini. See ya!









“Manners maketh man. Do you know what that means? Then let me teach you a lesson.”

Thumbnail photo: latino-review.com


Designed By Seo Blogger Templates