Wednesday, July 9, 2014

GAFE Training: Ketika Pekerjaan dan Kuliah Sama Pentingnya!






Menjelang puasa, kerjaan di kantor ga terlalu dikejar-kejar karena memang belum ada project yang mendesak. Persiapan event yang terakhir dikerjain cuma Google I/O Extended, dimana selain ikut persiapannya, juga dapet kesempatan jadi MC amatiran di event itu.

Ga dikejar-kejar bukan berarti ga ada kerjaan, saya punya tanggung jawab baru untuk gabung di tim Kibar yang ngurusin Google Apps for Education (GAFE). Nah kebetulan ada project training untuk Google Student Ambassador (GSA), saya ikut ngurusin mulai dari penjadwalan, tiket dan segala macam logistiknya. Ini hal yang baru lagi sih buat saya, terlebih saya juga dikasih kesempatan untuk menjadi trainer di sesi praktik Google Apps untuk manajemen sebuah event.

Well, kalo soal manajemen event, ilmu saya masih dangkal. Pengalaman saya organize event beneran, baru enam bulanan terakhir aja. Tapi karena ini ngebahas Google Appsnya, jadi saya ga terlalu khawatir karena sehari-hari saya emang pake Google Apps di kantor.


Education Go Digital
Kurang lebih sejak tahun 2012, Google melakukan ekspansi untuk program Education Go Digital. Sebuah program untuk membantu institusi pendidikan di Indonesia untuk go digital. Salah satu upaya dari program ini adalah dengan memberikan free service Google Apps for Education kepada institusi pendidikan.

Google Apps terdiri dari beberapa apps untuk komunikasi dan kolaborasi, seperti Gmail dan Google Drive. Yang ngelead program ini adalah Mbak Pepita Gunawan dan Kibar adalah salah satu partnernya Google untuk program ini.

Mbak Pepita lagi ngejelasin program Education Go Digital (EGD)

Salah satu peran GSA adalah memperkenalkan GAFE di kampusnya, dengan tujuan supaya kampus yang belum mengadaptasi bisa segera dan kalo yang sudah untuk ditingkatkan penggunaannya. Kan sayang kalo sudah dikasih banyak free account tapi malah ga dipake sama kampusnya. Nah maka dari itu, training kaya gini penting buat GSA.

Sayangnya tahun lalu ga ada kesempatan kaya gini untuk GSA. Padahal tahun  2012, training semacam ini ada. Beruntung banget deh GSA yang sekarang. Summitnya di luar negeri, dapet training bermanfaat pula dan yang di luar kota ongkosnya dibayarin!


Google Apps for Event Management
Lagi khusu mencoba Google Apps for Edcation


Yang jadi peserta training dua hari di kantor Google Indonesia ini, adalah GSA yang datang dari berbagai kota. Dan mereka nginepnya di Kibar, tiba-tiba kantor berubah seperti tempat pengungsian bencana. Hehe

Kegiatan hari pertama dibuka oleh Mbak Pepita, untuk menjelaskan mengenai program EGD, lalu dilanjutkan presentasi mengenai Event Management oleh koh Yansen dan setelah itu baru sesi saya untuk menjelaskan lebih detail mengenai pemanfaatan Google Apps untuk manajemen event.

Kebanyakan dari mereka sih ga terlalu blank soal Google Apps, secara pas Summit di Cebu, Philippines mereka juga diajarkan soal itu. Pun begitu, saya tetap berhasil ngasih beberapa tips dan trik baru yang bermanfaat untuk mereka. Rasanya tuh gimana gitu, kalo liat peserta trainingnya dari awalnya ga tau jadi tau!




Di hari kedua, yang ngasih training adalah timnya AKLTG yang berpengalaman banget soal training-trainingan. Cocok banget, karena bahasan dihari kedua lebih banyak berbicara soal soft skill seperti komunikasi dan presentasi.

Di akhir sesi hari pertama dan kedua, ada presentasi untuk peserta. Presentasi mereka di hari kedua lebih seru karena mereka sudah belajar bagaimana berpresentasi yang baik. Saya memperhatikan training kedua ini dari awal sampai akhir dengan mengantongi berbagai hal, yang juga baru menurut saya.


Ketika Pekerjaan dan Kuliah Sama Pentingnya!
Kegiatan di hari ke satu direncanakan bakal selesai sekitaran jam 4. Tapi karena ngaret pada beberapa sesi, akhirnya kegiatan harus selesai sekitaran jam 6. Padahal hari itu, saya ada UAS presentasi dan teori. Awalnya saya berencana pamit saja jam 4 dan menginggalkan kegiatan, lagian saya sudah minta izin di hari sebelumnya.

Pas berencana untuk pamit, hati ini galau #eahhh. Antara harus pergi untuk UAS atau tetep menemani peserta hingga tuntas seluruh kegiatan. Alhasil saya memilih untuk tetap di kantor Google hingga kegiatan selesai. Saya skip presentasi yang nilanya ga bisa nego, ya kecuali di her. Untungnya masih kebagian ujian teori matakuliah kedua, meskipun harus lari-lari dulu dari kantor ke kampus (ga lari beneran, pake ojek ko).

Beberapa bulan sebelumnya, saya menjadi peserta training di ruangan yang sama. Kali ini saya menjadi salah satu trainernya. Saya bersyukur atas kesempatan yang saya dapatkan. Saya belum bisa menjadi trainer yang baik, tapi at least saya sudah berani mencoba kan?

Jika suatu saat saya berada di puncak, saya akan melakukan hal yang sama. Yaitu memberikan berbagai kesempatan kepada pemuda untuk berkarya dan melakukan tanggung jawab besar. Seperti yang sudah saya alami sekarang.


Designed By Seo Blogger Templates