Sunday, June 15, 2014

Mabuhay Pilipinas: Perjalanan Kawan 4 Kebangsaan



Sebetulnya saya kurang begitu suka jalan-jalan, karena bikin cape (dasar males!). Ga terlalu suka aja, apalagi kalo jalan-jalannya di Jakarta. Wah, abis waktu di jalan itu mah.

Nah, pada saat akan ke Philippines pun, awalnya saya tidak pernah kepikiran untuk jalan-jalan di sana. Saya malah berfikir untuk ikut semua sesi di Summit tersebut, padahal tidak wajib untuk saya yang notabene sudah pensiun sebagai Google Student Ambassador (GSA).

Namun semuanya berubah setelah Negara Api menyerang saya bertemu dengan kawan-kawan lama yang juga sama-sama GSA periode sebelumnya. Yaitu Touchanon Del Castillo dari Thailand, biasanya dipanggil Robot. Liew Jun Tung dari Malaysia, susah ya bacanya? Panggil saja dia JT. Dan Shad Roi de la Cruz yang merupakan orang local, Philippines. Panggil saja dia Shad.

Dibandingkan dengan saya, mereka lebih punya ambisi besar untuk jalan-jalan. Karena saat di sana saya lebih banyak berkumpul dengan mereka, saya akhirnya memutuskan untuk ikut berbagai agenda jalan-jalan mereka. Petualangan Sherina Kawan 4 Kebangsaan dikawitan1!

Petualangan tidak dibuat berurutan, karena saya lupa urutannya euy.

SM: Kerajaan Supermall Philippines
Bagian depan SM Supermall di Cebu City

Hotel dimana semua peserta GSA Summit 2014 menginap, lokasinya bersebelahan dengan salah satu mall besar di kota Cebu. Nama mallnya SM. Informasi dari beberapa teman Filipino, SM sangat terkenal di sana dan ada kurang lebih 43 mall sejenis di berbagai kota di Philippines.

Isinya sih ga terlalu berbeda dengan mall yang ada di Indonesia. Orang-orangnya juga tidak terlihat asing. Yang paling membedakan adalah jarang sekali saya temui wanita yang memakai kerudung. Jelas lah, karena Cebu adalah kota yang mayoritas penduduknya adalah pemeluk katolik.


Gabii Sa Kabilin: Blusukan Sejarah
Salah satu ruangan di sebuah rumah tua bersejarah yang dijadikan museum di Cebu City. (Photo: Robot)

Setelah berbagai kegiatan yang padat di hari pertama GSA Summit 2014, salah satu Filipino yang baru saja saya kenal, yaitu Pamela Pañares yang merupakan Manager Google Educator Group(GEG) Cebu City, memberikan penawaran yang luar biasa membahagiakan. Dia mengajak saya dan teman-teman untuk menghadiri Gabii Sa Kabilin, kegiatan untuk menelusuri warisan budaya Philippines!

Event Gabii Sa Kabilin dilakukan sekali setiap tahunnya untuk memperingati hari warisan budaya nasional Philippines dan hari museum internasional. Saya dan teman-teman sangat beruntung bisa menghadiri event ini, karena timingnya sangat tepat.

Kita cukup mengeluarkan uang sekitar 150 Peso Philippines untuk dapat menikmati tur tempat-tempat bersejarah di sekitar Cebu City dan sekitarnya. Setelah kita dapat tiket, kita bisa masuk ke belasan museum yang berada di Cebu City, Lapu-Lapu City, Mandau City, dan Talisay City. Dengan tiket yang sudah kita beli, kita bisa menggunakan bus atau kendaraan semacam delman untuk menuju bangunan satu ke bangunan lainnya. Dan ada becak gratis juga!

Ini saat menelusuri bangunan bersejarah di kota tetangganya Cebu, yaitu Mandaue City (Photo: Pamela Pañares)








Kebanyakan dari museum yang saya kunjungi adalah rumah tua peninggalan saat Philippines dijajah oleh Spanyol selama 265 tahun lamanya. Tak heran kalau di berbagai bangunannya sangat kental dengan aksen-aksen gereja cantik a la Spanyol.

Salah satu ruang ibadah di rumah peninggalan bersejarah


Selain gereja tua, saya dan teman-teman juga mengunjungi salah satu gereja baru dan modern. Nama gerejanya San Pedro Salungsod. Nama itu diambil dari salah satu tokoh agama tersohor disana, Pedro Salungsod. Ini adalah kali pertamanya saya masuk ke gereja. Awalnya ragu sih untuk masuk, tapi berhubung ini niatnya hanya untuk berwisata akhirnya masuk saja. Lagian kan saya masuk bukan untuk mengikuti prosesi apapun.

Setelah bangunan bersejarah, pada kegiatan ini juga ada pentas seni yang ditampilkan oleh anak-anak kuliahan. Seni peran ini menceritakan mengenai sejarah singkat Philippines saat para penguasa Spanyol datang dan merebut kekuasaan. Seru! Di akhir penampilannya mereka nari-nari lucu gitu.

Penampilan seni peran mengenai sejarah singkat Philippines

Setelah jalan-jalan panjang hingga lintas kota, perut mulai rewel. Akhirnya sesampainya di Talisay City, kita menemukan pengganjal perut. Sayang, semua menu makanan yang tersedia hanya ada babi. Alhasil, hanya makanan sejenis ketupat saja yang bisa saya makan. Tapi gpp lah, saya cuma lihat teman-teman semangat makan juga sudah bikin kenyang ko! #bohongah

Tak apalah hanya dengan ketupat, meski sebetulnya tidak kenyang





Perjalan Gabii Sa Kabilin ini begitu berkesan, saya seperti benar-benar pergi berlibur. Saya sangat merasa bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang local yang mengerti betul harus membawa tamu asing ke tempat yang tepat. Suatu saat jika ada teman saya ke Indonesia, saya juga mau seperti mereka. Hal itu juga yang mendorong saya untuk lebih mengenai Indonesia, untuk bisa mengenalkannya dengan baik kepada yang lain. Petualangan kawan 4 kebangsaan tidak berhenti sampai di sini. Ada apalagi? Jangan kemana-mana dulu pemirsa!

Lapu-Lapu City: Tak Ada Pantai, Kolam-pun Jadi
Di hari kedua kegiatan Summit 2014, saya dan teman-teman GSA periode sebelumnya benar-benar free. Tidak ada tanggung jawab untuk ikut sesi manapun, makanya saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk laying on the bed. Sesekali keluar kamar dan ke venue kegiatan jika merasa lapar, untuk cari makanan.

Sore harinya Chelle Gray memberikan penawaran yang sangat menarik, yaitu jalan-jalan ke pantai di Lapu-lapu City. Letaknya tidak terlalu jauh dari Cebu. Kita pergi ke Costabella Resort, dimana salah satu kenalannya Chelle sedang ada di sana.

Ini pantai di depan Costabella Resort


Di perjalanan menuju kesana, banyak sekali hal yang diperbincangkan. Mulai dari hal yang serius, sampai hal yang sama sekali tidak penting. Keseruan perjalanan juga ditambah dengan cerita-cerita seru dari Wayne Manuel yang juga menjadi salah satu pembicara mengenai Map Maker pada kegiatan GSA Summit.

Sesampainnya di sana, ternyata pantai sedang surut. Jadi kondisi pantainya sangat jauh dan tidak ada orang. Karena langit juga sudah gelap, akhirnya kita memutuskan untuk berenang di kolam saja. Tak jadi pantai, kolam pun jadi.

Akhirnya berakhir di kolam renang saja











Begitu selesai berenang, kita langsung disuguhkan dengan kebahagiaan(baca: makanan). Kita juga ngucapin makasih banget untuk seluruh kebahagiaan ini kepada Anne Michelle Santos yang sudah berbaik hati mengajak kita ke tempat dimana dia sedang berlibur. Anne adalah salah satu orang yang banyak berkontribusi pada aktivitas komunitas Google di Philppines dan juga berkontribusi terhadap acara liburan kita. hehe

Menghabiskan kebahagiaan dengan tambahan groupie













Snorkeling with whale sharks!
Di hari ketiga, kita juga masih totaly free, jadi masih punya banyak waktu untuk ngebolang di sekitar Philippines. Ide perjalanan selanjutnya, tercetus dari Robot. Dia yang paling semangat untuk membuat ide itu terwujud. Idenya adalah pergi ke Oslob untuk snorkeling dengan whale sharks.

Jam 3 pagi saya ditelfon Shad untuk turun ke lobby supaya siap-siap berangkat ke Oslob. Awalnya saya ragu dan bilang ke mereka ga akan ikut. Ragu karena tempatnya lumayan jauh dan sebetulnya saya khawatir peso saya ga cukup. Tapi mereka maksanya minta ampun dan akhirnya ikut juga!

Perjalanan di bus saya habiskan untuk lihat-lihat suasana jalan. Suasana sekitar sangat tipikal dengan kebanyakan daerah di Indonesia. Sedangkan Shad, Robot dan JT Liew tertidur pulas, mungkin karena kelelahan sehabis main dari night club.

Si hitam bintik putihh ini beneran loh












Cukup dengan beli tiket 500 peso, kita bisa berdekat-dekatan dengan Butanding (panggilan untuk whale shark di sana). Seru banget, takjub sekaligus takut sih awalnya. Kalo mau mengenal lebih dekat butanding, cek deh video yang direkam sama Robot. Petualangan kawan 4 kebangsaan  di Philippines berakhir di Oslob.

Perjalanan saya kali ini sangat unik dan berkesan. Petualangan ini seperti ajang silaturahmi antara 4 negara berbeda, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia dan Phillipines. Terima kasih Philippines untuk pengalaman luar negeri pertama saya yang luar biasa berkesan. Tunggu saya kembali! Amin.

Kawan 4 Kebangsaan



Reference:
[1] Kata yang berasal dari Bahasa Sunda yang artinya dimulai


Designed By Seo Blogger Templates