Tuesday, June 17, 2014

How to Train Your Dragon 2: Sebuah Penantian yang Layak!



Saat menonton film ini pertama kalinya, saya masih sekolah SMK di Sumedang. Karena jauh dari bioskop, ya alhasil cuma bisa nonton pake DVD bajakan yang biasa saya beli di deket taman endog. Waktu itu hampir tiap minggu saya beli DVD, sampai-sampai yang jualnya hafal saya.

Kalo lagi ga bisa beli, biasanya saya juga rental DVD di Video Ezy. Sayangnya sekarang sudah tutup. Padahal saya salah satu customer setianya loh, sampai-sampai pernah dapet jam dinding segala karena dapet point banyak banget. Jadi kangen masa-masa itu euy!

Sehabis pulang ngampus, saya ga langsung pulang ke kantor. Saya mampir dulu ke 21 Cinema yang ada di Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya wujudkan untuk nonton film ini malam itu juga, karena takutnya ketunda-tunda terus dan takutnya malah jadi ga terwujud. Soalnya ini film sudah saya tunggu sejak lama sekali. Dan.. inilah film kedua dari petualangan Hiccup & Toothless.


Mother of Dragon Master!
Ibunya Hiccup juga adalah dragon master




Film kedua ini diceritakan 5 tahun kedepan dari film sebelumnya dimana kondisi Berk, tempat tinggalnya para viking, hidup damai berdampingan dengan naga. Hiccup tidak lagi terlihat sebagai seorang anak kecil, kini dia tumbuh menjadi remaja.

Satu hal yang tidak pernah berubah dari Hiccup adalah sifat keras kepalanya. Kalo kata orang sunda, Hiccup itu sangat neugtreug. Tapi justru karena sikapnya yang keras kepala, dengan tidak sengaja dia bertemu dengan Ibunya yang dikirannya sudah meninggal. 20 tahun yang lalu, Ibunya (Valhallarama) hilang dicuri oleh Cloudjumper, seekor naga yang kini terus menemaninya.

Ibunya ternyata selama ini tinggal di sarang naga raksasa yang dapat menyemburkan es, dimana para naga-naga kecil juga hidup tentram di sana. Ibunya sangat tipikal dengan Hiccup, pemberani dan baik hati.

New Dragons
Cloudjumper, naga yang menculik Ibunya Hiccup





Banyak sekali naga baru yang muncul dengan berbagai warna dan bentuk. Salah satunya Cloudjumper yang memisahkan Val dengan keluarganya yang pada akhirnya menjadi sahabat Val.

Ada juga Seadragonus Giganticus Maximus, naga yang ukurannya super besar, mungkin seukuran gunung. Naga ini bisa menyemburkan es. Diceritakan ada dua Seadragonus berwarna terang dan gelap. Pada saat pertempuran, Seadragonus putih 'mati syahid' setelah berjuang menyelematkan ribuan naga dari kekejaman Drago.

Yang tak kalah luar biasa, Val dapat membuat Toothless mengeluarkan sirip tajamnya setelah dapet pijitan rahasia. Di perang yang terakhir, Toothles berubah menjadi biru menyala pada beberapa bagian tubuhnya. Terlihat sangat tangguh!


Goodby Papa, Welcome New Chieftain
Ibu yang hilang, tapi tidak tertukar ko!

Stoick juga akhirnya bertemu kembali dengan Val. Scene drama ini sangat menyentuh, bak adegan-adegan sinteron Indonesia. Tapi pertemuannya dengan Val sangat singkat, karena pada akhirnya Stoick juga harus mati syahid demi menyelamatkan Hiccup dari semburan Toothless yang sedang dikuasi perintah jahat Drago.

Goodbye great papa!


Strong Desire for Peace
Berk kembali aman dan berbahagia

Dinamika filmnya dapet banget. Saya makin antusias dengan cerita-ceritanya mereka. Seru kali ya kalo nyoba baca novelnya juga. Jadi ga sabar juga untuk nonton film ke-3nya yang direncanakan rilis tahun 2016.

Inti dari film ini sebagian besar masih sama dengan film sebelumnya, mengenai Hiccup yang terus percaya dan bersikeras untuk melakukan perubahan pradigma manusia mengenai perdamaian  naga dan manusia. Di akhir film ini, Hiccup dapat membuktikan untuk kesekian kalinya.

Seperti dikehidupan nyata kita, perubahan yang baik bukanlah hal yang mudah. Pasti selalu ada tantangan. Yang harus kita lakukan adalah yakin dan ikhtiar!


Designed By Seo Blogger Templates