Monday, April 14, 2014

Google Jawara Training: 2 Hari Penuh Permainan!



Sejak pindah ke Jakarta, saya jadi seakan lupa sama kuliah. Bayangkan, dalam satu semester ini saya hanya baru masuk satu kali. Alasan pertama adalah ribet harus pake kendaraan umum ke kampusnya, motor masih ada di rumah. Jam sore adalah jam gila di Jakarta! Baru ngampus sekali aja stressnya susah hilang.

Alasan kedua adalah karena di sini lebih sibuk. Bukan hanya sibuk kerja terus, tapi juga karena sibuk belajar. Loh ko belajar? Iya.  Belajar kan ga harus di kampus, bro. 

Di Kibar, ada banyak sekali program yang sangat bermanfaat. Tiap hari selasa, kita ada kelas bahasa Inggris bareng Mbak Tiwi, salah satu youtuber yang juga partnernya Layaria. Mbak Tiwi kini sedang mengembangkan channel Bagi-Bagi Bahasa. Sok subscribe !

Hari Kamis/Jumat, ada kelas public speaking/presentasi bareng Mbak Novita, ex-Googler yang juga menjadi trainer di Google Partners Academy beberapa waktu yang lalu. How lucky I am coba, bisa dapet mentoring eksklusif dari individu berpengalaman seperti Mbak Novita.

Selain kelas rutin mingguan, terkadang kita menjelajah ke tempat-tempat inspiratif. Seperti berkunjung ke kantornya Badr Interactive dengan orang-orangnya yang luar biasa hebat. Terkadang juga ada training-training eksklusif lainnya seperti training Google Jawara pada Kamis dan Jumat kemarin.


Yeay! Wendy Gorton Lagi
Google Jawara Training adalah training untuk trainer. Jadi kita yang diikutkan pada training ini diproyeksikan untuk menjadi tariner yang akan memberikan training ke Jawara. Jawara adalah sebutan untuk mereka yang terpilih menjadi pioneer untuk menggunakan Google Apps for Education di kampus. Jawara bisa itu siswa/mahasiswa maupun guru/dosen.

Training ini diikuti oleh perwakilan dari partner-partnernya Google di Indonesia untuk Google for Education. Diantaranya yang datang adalah Adam Khoo Learning Technology Group (AKLTG) dan Primagain yang beberapa kali terlibat project bareng dengan Kibar.

Selfie with Wendy
Awalnya parno dan ga terlalu confident untuk ikutan trainingnya, secara peserta yang datang adalah yang sudah berpengalaman soal training-trainingan. Tapi kesempatan ini ga bisa dilewatkan! Apalagi mentornya Wendy Gorton, yang sudah langlang buana ke berbagai negara untuk memberikan training, terutama yang berhubungan dengan Google for Education. Wendy juga adalah bagian dari EdTech Team, sebuah global network yang berfokus pada bidang edcuational technologists.

Tahun lalu, Wendy juga menjadi salah satu pemateri pada kegiatan Search Summit with Google di Yogyakarta. 


Dibanjiri Games Seru!
Saat menjadi pemateri di Search Summit with Google, Wendy memberikan banyak games saat menjelaskan. Wendy menjelaskan satu persatu produk Google Apps for Education dengan diselangi games. Seru banget! Presentasinya menjadi tidak membosankan.

Begitu juga dengan training Jawara ini. Diawal kegiatan, kita langsung diajak untuk maen game. Nama gamenya lupa. Pokonya intinya kita dikasih kertas untuk dituliskan rintangan kita saat memberikan training. Kertas itu ditempelkan pada suatu kain putih. Semua peserta harus menginjak kain dan membalikannya tanpa keluar dari kain. Setelah itu ambil kertas yang ditempel oleh orang lain, nyari orang tersebut dan ngobrol mengenai apa yang ditulisnya.

Pegel banget. Seru, meskipun kalah!

Salah satu game yang paling seru adalah game twister ini. Yang bertahan paling lama dan bisa menginjak warna sesuai instruksi, dia yang menang. Sayang saya harus kalah di awal permainan. Padahal hadiahnya Chrome Cast bo. Lumayan! 

Agenda dari training ini adalah soal change management Google Apps for Education. Tapi buat saya, ilmu yang paling bermanfaat dari training ini adalah gamenya. Saya kagum dengan cara Wendy mengajar yang penuh dengan kegembiraan, game, dan kreatifitas, tanpa menanggalkan inti dari materi yang disampaikan.

Dengan caranya, Wendy menunjukan dengan secara jelas bagaimana guru bisa memanfaatkan teknologi terutama Google Apps for Education di dalam kelas.

Saat main game lagi nih.


Jika semua guru di Indonesia seseru dan sekreatif Wendy, maju tenan lah anak Indonesia. Sekolah akan menjadi sangat berkesan untuk anak. Jika suatu saat saya menjadi pendidik, saya ingin seasyik dan sekreatif Wendy. Amin.


Designed By Seo Blogger Templates